Selasa, 26 Oktober 2010

Obat tak tercampurkan

S


Sulfonalum
OTT Fisik dengan Chlorali Hydras, karena membuat campuran lembab.

Sulfonamida-sulfonamida
OTT  dengan garam-garam natrium, karena bereaksi basa kuat dan sedikit banyak peka terhadap penambahan asam.

Sulfur
OTT karena dapat dioksidasi.
OTT dengan Acidum Picricum, karena dapat meledak jika digerus begitu saja dalam lumpang, dan jelas meledak jika digerus bersama-sama dengan sulfur.
OTT dengan Aqua Laurocerasi, oleh Kalsium Hidroksida dapat membentuk benzaldehid dan kalsiumsianida.
OTT dengan Hydrargyrum c. Creta, karena akan membentuk HgS hitam.
OTT dengan Kalii Carbonas, karena jika dicampur dengan Glycerinum c. Amylo yang telah didinginkan akan berwarna coklat walaupun reaksi ini terjadi lebih lambat.
OTT dengan Kalii Chloras, karena akan terjadi ledakan jika digerus.
OTT dengan Sol. Calcii Hydroxydi, karena sulit dalam pembuatan dan tanpa penambahan etanol, sulfur tidak mungkin akan terbagi rata dan juga terjadi reaksi-reaksi lainnya dimana Kalsium Hidroksida dengan belerang akan membentuk sulfide dan polisulfida (terlihat pada warna kuning dari larutan).



T

Tablet-Tablet A.P.C.
OTT dengan kofeina, karena akan terjadi penguraian dari asam salisilat.

Talcum Venetum yang mengandung besi akan terjadi warna tua dari salep yang disebabkan oleh dipercepatnya oksidasi dari pirogalol.

Tannalbuminum
OTT farmakologi dengan Sol. Calcii Hydroxydi, karena Tannalbumin harus mulai bekerja dalam isi usus yang bereaksi basa.

Tanat-Tanat sukar larut.

Tanninum
OTT karena dapat dioksidasi.
OTT fisik dengan alkaloida-alkaloida, karena dapat mengendapkan garam-garam alkaloida dari larutan-larutan.
OTT fisik dengan Aluminii et Kalii Sulfas, karena terbentuk endapan.
OTT fisik dengan Antipyrinum, karena dapat mengendapkan Antipyrinum.
OTT fisik dengan Dec. Althaeae, karena akan terbentuk endapan yang kasar.
OTT fisik dengan Dec. Amyli, karena akan terbentuk endapan yang kasar.
OTT fisik dengan Dec. Lichen. Island, karena akan terbentuk endapan yang kasar.
OTT fisik dengan Dec. Lini, karena akan terbentuk endapan yang kasar.
OTT dengan Ferri Chloridum, karena akan memberikan persenyawaan yang berwarna tua, hitam, coklat, atau hijau.
OTT dengan Gummi Arabicum, karena menyebabkan tannin berwarna kuning tua kemudian berwarna hijau.
OTT fisik dengan Mucilago Saleb yang panas dapat menyebabkan penggumpalan endapan, sedangkan dengan saleb yang dingin dapat menyebebkan pemisahan.
OTT dengan Natrii Bicarbonas, karena menyebabkan berwarna tua.
OTT fisik dengan Novocainum, karena dapat mengendapkan Novocainum.
OTT dengan penisilina, karena dapat menyebabkan penisilina tidak aktif.
OTT dengan Sol. Ammon Spir. anis., karena menyebabkan berwarna tua.
OTT dengan Zinci Oxydum, karena akan terbentuk massa yang sangat keras.

Targesina
OTT dengan Sol. Adrenalini, karena pengendapan yang disebabkan oleh reaksi asam yang berasal dari larutan Adrenalina.
OTT dengan Sol. Privini, karena pengendapan yang disebabkan oleh reaksi asam yang berasal dari larutan Privini.

Tembaga
OTT dengan Aminophyllinum, karena menyebabkan warna ungu yangdisebabkan oleh reaksi antara Etilendiamida dan sespora tembaga dari cetakan.

Teofilina Natriumanisat
OTT dengan Acidum Ascorbicum, karena akan menggumpal menjadi satu dan berwarna coklat.

Terpini Hydras
OTT dengan Dioxybenzolum, karena dapat menyebabkan campuran menjadi lembab.
OTT dengan β-Naphtolum, karena dapat menyebabkan campuran menjadi lembab.

Theobrominum
OTT dengan Calcium et Natrii Salicylas, karena bereaksi basa atau basa lemah.
OTT dengan Natrii Benzoas, karena mempertinggi kelarutan dari Theobrominum.
OTT dengan Natrii Salicylas, karena mempertinggi kelarutan dari Theobrominum.

Theobrominum Natriicum et Natrii Acetas
OTT dengan asam-asam, maka Theobromina dan asam akan terpisah.
OTT dengan garam-garam alkaloida, karena akan bereaksi basa kuat dan Theobromina akan diendapkan.
OTT karena bereaksi basa.

Theobrominum Natricum et Natrii Salicylas dan sediaan-sediaan sejenisnya, reaksi basa dapat menyebabkan OTT.
OTT dengan Aethylis Nitris cum Spiritus, karena campuran menjadi berwarna merah dan oleh reaksi asam dari campuran, terjadi suatu endapan.
OTT dengan Aminophyllinum, karena akan mengendapkan Theobromina.
OTT dengan Ammonii Chloridum, karena akan mengendapkan Theobromina.
OTT dengan Antipyrinum c. Coffeinum et Acido Citrico, karena dapat terjadi pelelehan.
OTT dengan Atropini Sulfas, karena menyebabkan terurainya Atropini Sulfas dalam lingkungan basa.
OTT dengan Camphora, karena dapat terjadi pelelehan.
OTT dengan Chlorali Hydras, karena dapat terjadi pelelehan.
OTT dengan Digitalis Folium, karena dapat menguraikan Digitalis.
OTT dengan garam-garam Alkaloida, karena akan bereaksi basa kuat tak tercampurkan.
OTT dengan garam-garam Amonium, karena akan mengendapkan Theobromina.
OTT dengan Migrainum, karena dapat terjadi pelelehan.
OTT dengan Natrii Bicarbonas, karena dapat mengendapkan Theobromina.
OTT dengan Papaverini Hydrochloridum, karena Theobromina akan diendapkan oleh reaksi asam lemah.
OTT dengan Phenolum, karena dapat terjadi pelelehen.
OTT dengan Pyrogallolum, karena dapat terjadi pelelehan.
OTT dengan Sol. Nitroglycerini, karena akan menguraikan Sol. Nitroglycerini oleh reaksi basa.
OTT dengan zat-zat yang bereaksi asam, karena akan memisahkan Theobromina.

Theophyllinum
OTT karena menyebabkan reaksi netral.

Theophyllinum Natricum et Natrii Acetas
OTT karena bereaksi basa atau basa lemah.

Thymolum dalam larutan-larutan etanol, karena menyebabkan pemisahan dari zat yang terlarut di dalam etanol.
OTT dengan Acetanilidum, karena dapat menyebabkan pelelehan.
OTT dengan Aethylis Carbaminas, karena dapat menyebabkan pelelehan.
OTT dengan Amidopyrinum, karena dapat menyebabkan pelelehan.
OTT dengan Antipyrinum, karena dapat menyebabkan pelelehan.
OTT dengan Antipyrinum c. Coffeino et Acido Citrico, karena dapat menyebabkan pelelehan.
OTT dengan Borneolum, karena dapat menyebabkan pelelehan.
OTT dengan Butychlorali Hydras, karena dapat menyebabkan pelelehan.
OTT dengan Camphora, karena dapat menyebabkan pelelehan.
OTT dengan Camphora Monobromata, karena dapat menyebabkan pelelehan.
OTT dengan Chlorali Hydras, karena dapat menyebabkan pelelehan.
OTT dengan Chlorbutanolum, karena dapat menyebabkan pelelehan.
OTT dengan Guaiacolum, karena terjadi pelelehan.
OTT dengan Gummi Arabicum, karena membentuk endapan putih.
OTT dengan Hexaminum, karena dapat menyebabkan pelelehan.
OTT dengan Mentholum, karena dapat menyebabkan pelelehan.
OTT dengan Methylacetanilidum, karena dapat menyebabkan pelelehan.
OTT dengan Migrainum, karena dapat menyebabkan pelelehan.
OTT dengan Phenacetinum, karena dapat menyebabkan pelelehan.
OTT dengan Phenolum, karena dapat menyebabkan pelelehan.
OTT dengan Phenylis Salicylas, karena dapat menyebabkan pelelehan.
OTT dengan Phenylurethanum, karena dapat menyebabkan pelelehan.
OTT dengan Pyramidon, karena dapat menyebabkan pelelehan.
OTT dengan Pyrocatechinum, karena dapat menyebabkan pelelehan.
OTT dengan Santoninum,karena dapat menyebabkan lembab.
OTT dengan Sulfanilamidum, karena dapat tetap mencair pada suhu kamar.
OTT dengan Sulfonalum, karena dapat menyebabkan pelelehan yang sempurna.

Timbalbromida
OTT karena sukar larut dalam air.

Timbalchlorida
OTT karena sukar larut dalam air.

Timbaliodida
OTT karena sukar larut dalam air.

Timbalmekonat
OTT karena sukar larut dalam air.

Timbalsulfat
OTT karena membentuk garam basa sulfat yang sukar larut dalam air.

Tinctura Benzoas
OTT karena menyebabkan salep berwarna jingga-merah.

Tinctura Catechu
OTT dengan Aethylis Carbaminas karena dapat mempertinggi kelarutan.

Tinctura Chinae
OTT dengan Iod-Iodkalium karena dapat menyebabkan pengendapan.
OTT dengan Tinctura Strychni karena dapat terjadi kekeruhan dan terbentuknya endapan.

Tinctura Colae
OTT dengan Tinctura Strychni karena dapat terjadi kekeruhan dan terbentuknya endapan.

Tinctura Gentianae
OTT dengan Tinctura Strychni karena dapat terjadi kekeruhan dan terbentuknya endapan.

Tinctura Lobeliae
OTT dengan Ephedrinum karena menghasilkan campuran yang berwarna kuing dan tercium bau yang menyerupai amina.

Tinctura Myrrhae
OTT dengan air karena dapat menyebabkan pemisahan dari zat yang terlarut di dalam etanol.
OTT dengan Spiritus Cochleariae karena akan terjadi kekeruhan.

Tinctura Nervina Bestucheffi
OTT dengan Decoctum Chinae karena dapat menghasilkan endapan.
OTT dengan Kalii Chloras karena jika digerus bersama akan menimbulkan ledakan.
OTT dengan Kalii Iodidum karena tidak dapat bercampur.

Tinctura Opii
OTT dengan Tinctura Ratanhiae karena dapat terjadi kekeruhan dan terbentuknya endapan.

Tinctura Opii erocata
OTT dengan Tinctura atau Vin. Chinae karena dapat terjadi kekeruhan dan terbentuknya endapan.

Tinctura Rhei
OTT dengan Tinctura Strychni karena dapat terjadi kekeruhan dan terbentuknya endapan.

Tinctura Rhei aquosa
OTT karena bereaksi basa atau basa lemah.

Tinctura Strophanti
OTT dengan Iodkalium karena dapat menyebabkan pengendapan.

Tinctura Strychni
OTT dengan Iod-Iodkalium karena dapat menyebabkan pengendapan.
OTT dengan Phenobarbitalum Natricum karena akan mengendapkan Tinctura Strychni.
OTT dengan Phenobarbitalum Natricum dan Calcii Bromidum karena dapat mengendapkan Phenobarbital dan menghasilkan warna biru pada endapan.
OTT dengan Tinctura Chinae karena dapat terjadi kekeruhan dan terbentuknya endapan.
OTT dengan Tinctura Colae karena dapat terjadi kekeruhan dan terbentuknya endapan.
OTT dengan Tinctura Gentianae karena dapat terjadi kekeruhan dan terbentuknya endapan.
OTT dengan Tinctura Rhei karena dapat terjadi kekeruhan dan terbentuknya endapan.

Tingtur-tingtur yang mengandung harsa
OTT dengan air karena akan menyebabkan pemisahan dari zat yang terlarut dalam etanol.

Tonica
OTT farmakologi dengan Hypnotica dan Sedativa karena berlawanan fungsi.
Tragakan
OTT dengan Bismuthi Subnitras karena akan membentuk gumpalan-gumpalan.
OTT dengan etanol karena akan menghasilkan endapan.
OTT dengan Gelatina karena dapat saling tidak tercampur karena tidak mempunyai muatan listrik yang sama.
OTT dengan Plumbi Acetas karena dapat menyebabkan pengendapan.
OTT dengan Sol. Plumbi Subacetatis karena dapat menghasilkan endapan.

Tripenelamini Hydrochloridum
OTT dengan Sengoksida karena setelah beberapa hari didiamkan akan tercium jelas bau dari benzaldehid yang disebabkan oleh pengaruh dari sengoksida.

Tryparsamida
OTT dengan sediaan-sediaan Antimon karena dipakai pada waktu yang sama akan berakibat buruk.

Tumenolammonium
OTT dengan asam-asam karena akan terurai.
OTT dengan basa-basa karena akan terurai.
OTT dengan garam-garam dari logam berat karena membentuk persenyawaan yang tidak dapat bercampur.
OTT dengan garam-garam Kalsium karena membentuk persenyawaan yang tidak dapat bercampur.
OTT dengan garam-garam Magnesium karena membentuk persenyawaan yang tidak dapat bercampur.
OTT dengan Oleum Sesami dan Sol. Calcii Hydroxydi karena akan memecah emulsi.

Tutokaina
OTT farmakologi dengan sediaan Sulfa karena mempunyai kerja yang berlawanan.


U

Unguentum c. decubitum
Juga mengandung PbSO4 yang diendapkan secara kasar.

Unguentum Diachylon
OTT dengan Aethylis Aminobenzoas karena menjadi berwarna kuning sampai jingga.

Unguentum Glycerinin
OTT dengan Acidum Tartaricum karena akan dihidrolisis oleh asam.

Ureum
OTT dengan Calcii Chloridum karena tak dapat dibuat dengan pemanasan pada suhu 100º C karena terbentuk endapan CaCO3
OTT dengan garam-garam Kinina karena sangat mempertinggi kelarutan dari garam-garam kinina.



V

Valerianas Chinini
OTT dengan Barbitalum karena tercium bau yang kuat dari asam valriat, yang disebabkan oleh pengaruh dari barbital yang bereaksi asam pada alkaloida.



W

Wetting Agents
Zat-zat kation dan anion aktif tercampurkan dengan yang tak-ionogen, akan tetapi kedua-duanya satu sama lain tak tercampurkan.



Z

Zat samak Catechu
OTT dengan Gummi Arabicum karena akan berwarna tua.
OTT dengan Saleb karena akan menghasilkan gumpalan-gumpalan.

Zat-zat yang bereaksi basa
OTT dengan garam-garam Alkaloida karena akan mengendapkan alkaloida.
OTT dengan garam-garam Amonium karena akan membebaskan NH3 sehingga pH naik.
OTT dengan garam Raksa karena akan mengurai raksa.
OTT dengan Glukosa karena menjadi berwarna tua dan terurai.
OTT dengan Santoninum karena akan terbentuk santoninat-santoninat yang dapat larut dalam lambung.
OTT dengan zat-zat yang mengandung Antrachinon karena akan berwarna merah.
OTT dengan zat-zat samak karena akan berwarna tua.
OTT dengan minyak-minyak, lemak-lemak, salol, anestesina, asam asetil asetat karena dapat bereaksi penyabunan.

Zat-zat yang menimbulkan kejang
OTT dengan Spasmolytica.

Zat-zat yang kontras: Diodon
OTT dengan penisilina karena terjadi perombakan secara katalitik.
OTT dengan antibiotika karena terjadi perombakan secara katalitik.

Zat-zat samak
OTT dengan Alkaloida-alkaloida karena mengendapkan alkaloida dari larutan garamnya.
OTT dengan Ferri Chloridum karena tidak dapat larut dan berubah warna menjadi tua.
OTT dengan garam-garam Besi karena tidak dapat larut dan berubah warna menjadi tua.
OTT dengan garam-garam dari logam berat karena tidak dapat larut.
OTT dengan Gelatina karena tak dapat larut.
OTT dengan Glukosida karena akan mengendapkan glukosida.
OTT dengan Gummi Arabicum karena menjadi berwarna tua.
OTT dengan Hexaminum karena akan mengendapkan Hexaminum.
OTT dengan Mucilago Saleb karena menghasilkan endapan.



1 komentar: